PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery), emiten teknologi nasional berkode saham ELIT, mengambil langkah strategis untuk memperlebar sayap bisnisnya ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN), khususnya Malaysia. Guna memuluskan rencana ekspansi tersebut, perseroan memperkuat jajaran manajemen dengan menunjuk Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Komisaris sekaligus memimpin Strategic Advisory Council.
Keputusan penunjukan ini disepakati oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Rabu (26/8/2026). Selain Sandiaga, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Meidyah Indreswari sebagai Komisaris Independen serta melakukan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan agar sejalan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Kehadiran Sandiaga diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan bisnis Elitery yang berfokus pada teknologi komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), managed services, dan keamanan siber. Sebagai ketua dewan penasihat strategis, Sandiaga akan mengawal arah investasi, pengembangan bisnis internasional, serta penetrasi ke sektor keuangan regional.
Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira, menjelaskan bahwa keterlibatan Sandiaga secara formal merupakan kelanjutan dari hubungan pembinaan yang telah terjalin sejak awal berdirinya perusahaan. Hal senada diungkapkan Komisaris Utama Elitery, Roestiandi Tsamanov, yang menyebut Sandiaga telah lama menjadi mentor bisnis dan investasi mereka sebelum Elitery resmi didirikan.
Menanggapi peran barunya, Sandiaga Uno menegaskan komitmennya untuk membimbing generasi pengusaha teknologi lokal agar mampu bersaing di kancah global. Melalui Strategic Advisory Council, ia berniat membantu merumuskan strategi investasi dan membuka peluang kemitraan teknologi baru di kancah internasional.
Untuk mengimbangi agresivitas bisnis, Elitery memperkokoh sistem pengawasan internal dengan menunjuk Meidyah Indreswari yang berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang audit dan manajemen risiko keuangan negara. Sisi finansial perseroan juga menunjukkan tren positif, di mana laporan keuangan kuartal II-2026 mencatatkan total aset mencapai Rp303 miliar, didukung oleh penurunan rasio utang (DER) menjadi 0,72 kali dan pertumbuhan ekuitas sebesar 11,75 persen menjadi Rp176 miliar.