Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) resmi menggelontorkan dana penyertaan modal sebesar Rp30 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT). Suntikan dana segar ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi bisnis perbankan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai wilayah pelosok NTT.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan bahwa tambahan modal tersebut akan difokuskan untuk merealisasikan rencana bisnis strategis perseroan. Alokasi dana utamanya menyasar pembangunan dua kantor cabang baru di Oelamasi (Kabupaten Kupang) dan Borong (Kabupaten Manggarai Timur), di samping merehabilitasi kantor layanan yang dinilai kurang representatif.
Selain dukungan dari pemerintah provinsi selaku pemegang saham pengendali, Charlie menambahkan bahwa sejumlah pemerintah kabupaten juga berkomitmen memberikan tambahan permodalan. Guna memaksimalkan potensi tersebut, jajaran direksi mendorong seluruh pimpinan kantor cabang untuk menerapkan budaya entrepreneur dalam menangkap peluang ekonomi lokal yang unik di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selvi Nange, menegaskan kelayakan investasi ini. Menurutnya, Bank NTT tergolong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkinerja sehat dan konsisten menyumbang dividen. Modal baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan program pembangunan daerah, termasuk mendukung inisiatif One Village One Product (OVOP).
Dukungan serupa mengalir dari legislatif. Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Kristoforus Loko, berharap suntikan modal ini memperluas ruang gerak Bank NTT dalam memberikan kontribusi konkret terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih lagi, kolaborasi strategis melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim diyakini akan mempercepat transfer teknologi informasi dan memperkuat digitalisasi layanan bank milik daerah tersebut.