Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat tengah menjajaki perpanjangan kolaborasi strategis dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI). Kemitraan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem publikasi, mengedukasi masyarakat, serta mendongkrak popularitas berbagai cabang olahraga prestasi di tanah air dengan memanfaatkan jaringan siaran RRI yang luas, mulai dari terestrial hingga platform digital.
Dalam implementasinya, RRI berkomitmen menyediakan ruang khusus bagi dunia olahraga melalui program podcast dan wawancara interaktif di saluran Pro 3 bersama para atlet binaan KONI. Guna memudahkan para atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan (pelatnas), interaksi tidak harus dilakukan secara tatap muka, melainkan dapat berlangsung secara daring melalui platform konferensi video. Seluruh konten wawancara tersebut nantinya akan didokumentasikan di kanal YouTube resmi RRI serta didistribusikan dalam bentuk cuplikan kreatif di media sosial.
Ketua Bidang Media dan Hubungan Masyarakat KONI Pusat, Tirto Prima Putra, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari keprihatinan bersama terkait minimnya porsi pemberitaan untuk atlet nasional di media arus utama. Melalui sinergi ini, KONI berharap dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga, yang sejatinya memiliki dimensi luas seperti pembentukan karakter, sportivitas, disiplin, dan kepatuhan pada aturan yang melampaui batas fisik lapangan.
Kerja sama yang tengah digodok ini direncanakan mencakup program wicara rutin, peliputan bersama, hingga integrasi konten. Langkah ini juga dipersiapkan untuk mengawal kesiapan sejumlah multievent besar mendatang, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Manado serta PON Pantai di Ancol yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026. Dukungan media diharapkan mengalir konsisten sejak tahap persiapan awal, bukan sekadar ramai saat upacara pembukaan.
Di sisi lain, Ketua Bidang Sport Intelligence KONI Pusat, Eman Sungkowo, menekankan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan olahraga (sport intelligence) sejak tingkat akar rumput. Metode ilmiah berbasis analisis data ini krusial untuk menyusun strategi kepelatihan yang terukur demi memenangkan persaingan di kancah internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah olahraga agar tetap netral dan bebas dari kepentingan politik praktis.