Program Studi Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) secara proaktif mengadakan workshop pembekalan sertifikasi profesi bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (1/7/2026) ini berfokus pada skema Program Analyst, sebuah langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan praktis industri teknologi saat ini.
Hendra Supendar, Ketua Program Studi Teknologi Informasi UBSI, dalam sambutannya menekankan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan aset krusial bagi lulusan. Di tengah ketatnya persaingan tenaga kerja, bukti pengakuan profesional berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menjadi nilai tambah signifikan yang membedakan kualitas calon tenaga kerja di pasar global.
Bertindak sebagai narasumber, Sri Muryani selaku asesor bidang Program Analyst memaparkan bahwa terdapat 10 unit kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa sesuai standar nasional. Melalui workshop ini, para mahasiswa dibimbing untuk memahami materi ujian secara mendalam agar mereka mampu mempersiapkan diri dengan optimal dan meraih predikat kompeten.
Pihak kampus berharap inisiatif ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kepercayaan diri tinggi dalam memasuki dunia profesional. Dengan mengantongi sertifikasi resmi, mahasiswa diharapkan memiliki peluang lebih terbuka untuk meniti karier sebagai analis sistem maupun analis program di berbagai sektor industri digital.