Pemerintah Kota Cilegon menunjuk Rapih Herdiansyah sebagai Komisaris baru PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis yang bergerak di sektor kepelabuhanan. Pengumuman hasil seleksi pada Juni 2026 ini menandai babak baru bagi mantan jurnalis yang memiliki rekam jejak panjang di kancah birokrasi dan politik nasional tersebut.

Lahir di Tangerang pada 5 September 1984, Rapih mengawali dedikasi profesionalnya dari ruang redaksi. Kiprahnya sebagai jurnalis dimulai pada tahun 2004 di Harian Umum Fajar Banten (kini Kabar Banten), sebelum akhirnya merambah media penyiaran di Banten TV pada 2011 sebagai Koordinator Divisi Pemberitaan. Tidak berhenti di sana, ia kemudian mendirikan perusahaan media siber NEWSMEDIA serta lembaga konsultan komunikasi politik Banten Cendekia Institute.

Portofolio Rapih di sektor publik juga terbilang solid. Selama sekitar satu dekade, ia mengabdi sebagai Tenaga Ahli di tingkat legislatif, mulai dari DPRD Provinsi Banten hingga DPR RI. Kiprahnya semakin diakui saat dipercaya menjadi Tim Ahli Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI pada periode 2019-2022, di bawah arahan Muhamad Mardiono. Di kancah politik, ia juga sempat menduduki posisi strategis sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP hingga akhir masa baktinya pada September 2025.

Pendidikan dan pengembangan kapasitas diri menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Alumnus FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini merampungkan gelar Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Mercu Buana. Selain aktif mengajar sebagai dosen luar biasa di beberapa universitas terkemuka di Banten, ia juga tercatat sebagai alumnus program pemantapan nilai kebangsaan Lemhannas RI pada tahun 2013.

Sebagai komisaris, Rapih berkomitmen menerapkan pengawasan proaktif berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Ia menegaskan peran komisaris bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan menjadi mitra strategis direksi demi memacu pertumbuhan bisnis perusahaan. Salah satu fokus utamanya adalah mengawal realisasi pembangunan Pelabuhan Warnasari seluas 45 hektare demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cilegon.