Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, menyoroti pentingnya pembentukan ketahanan mental anak sejak dini sebagai fondasi utama dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, di sela-sela peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 yang berlangsung di Bangli, Bali.

Menurut Wayan Diar, ketahanan mental berperan penting sebagai benteng pertahanan bagi anak agar mampu mengenali potensi diri serta mengelola emosi dengan bijak. Di tengah gempuran teknologi informasi, anak-anak diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, melainkan juga memiliki karakter kuat agar bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ia menambahkan bahwa era digital memang menawarkan ruang belajar yang sangat luas. Namun, fenomena ini sekaligus membawa ancaman nyata bagi kesehatan mental anak, mulai dari tekanan sosial, perundungan siber (cyberbullying), hingga risiko penyalahgunaan media digital.

Lebih lanjut, Diar menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan visi pembangunan "Bangli Era Baru" tidak hanya bersandar pada pembangunan infrastruktur fisik. Investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia, terutama dengan mencetak generasi muda yang tangguh, sehat, dan berdaya saing, dinilai jauh lebih krusial demi masa depan daerah.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjamin hak dan perlindungan anak, Pemkab Bangli terus menggulirkan berbagai program serta kebijakan strategis. Langkah berkelanjutan ini turut mengantarkan Kabupaten Bangli meraih predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Madya.