PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten teknologi yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo, mencatatkan rapor hijau pada paruh pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp331,16 miliar sepanjang semester I-2026, melonjak hingga 45,3 persen dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp227,9 miliar.

Lompatan laba bersih ini ditopang oleh kinerja pendapatan usaha perseroan yang tumbuh signifikan hampir tiga kali lipat. Hingga akhir Juni 2026, emiten berkode saham WIFI ini mengantongi pendapatan sebesar Rp1,57 triliun, meningkat tajam dari realisasi semester I tahun lalu yang tercatat sebesar Rp513 miliar.

Selain dari operasional utama, pos penghasilan keuangan emiten ini juga melesat hingga 22 kali lipat menjadi Rp39,99 miliar, yang bersumber dari bunga jasa giro dan deposito perbankan. Dari sisi kontribusi bisnis, sektor telekomunikasi masih menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang Rp1,28 triliun atau setara 81,57 persen dari total pendapatan. Sementara itu, lini perdagangan besar (wholesale) berkontribusi sebesar Rp177,7 miliar dan sektor periklanan menyumbang Rp111,88 miliar.

Laporan neraca keuangan perseroan menunjukkan total aset WIFI terkerek naik 38,11 persen menjadi Rp20,9 triliun. Di sisi lain, liabilitas perseroan mengalami kenaikan sebesar 79,45 persen menjadi Rp11,9 triliun, sehingga ekuitas perusahaan tercatat tumbuh moderat sebesar 5,8 persen ke angka Rp9 triliun.

Sebagai informasi, kepemilikan mayoritas saham WIFI dikendalikan oleh PT Investasi Sukses Bersama di bawah naungan Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama sejak Juni 2026. Kendati mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid, pergerakan saham WIFI di lantai bursa justru terpantau melemah 2,50 persen ke posisi Rp1.950 per lembar saham pada perdagangan Rabu (29/7) sore, mencerminkan rasio P/E disetahunkan di level 10,8 kali.