Proses penyelidikan dan pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus menemui perkembangan baru. Hingga hari ketujuh operasi penyelamatan, pihak kepolisian fokus mendalami dugaan kelalaian operasional kapal, sementara satu jenazah yang diduga penumpang kapal tersebut berhasil ditemukan oleh nelayan di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar bertindak cepat dengan mengamankan nahkoda serta tujuh anak buah kapal (ABK) di Polsek Pasimasunggu untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Immawan, menegaskan bahwa proses hukum berjalan secara profesional dengan mengandalkan alat bukti serta keterangan para saksi. Pihaknya berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan secara komprehensif setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dirilis Satpolair Polres Selayar, terungkap bahwa KM Nurul Salsa memaksakan berlayar menggunakan satu mesin setelah satu mesin lainnya mengalami kerusakan sebelum akhirnya mati total di tengah laut. Selain faktor cuaca buruk, polisi juga menaruh perhatian serius pada kapasitas muatan kapal. Kapal yang seharusnya hanya berkapasitas 45 penumpang tersebut disinyalir mengangkut hingga 76 orang, di mana sebagian besar di antaranya tidak terdaftar dalam manifes resmi.
Di sisi lain, operasi kemanusiaan yang dipimpin oleh Basarnas Makassar mencatat penemuan satu jasad di sekitar Pulau Pamalikang. Korban dievakuasi menggunakan armada KN SAR Kamajaya 104 menuju RS Bhayangkara Makassar guna proses identifikasi medis. Kepala Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengonfirmasi identitas korban sebelum ada hasil resmi dari tim forensik.
Sementara itu, area pencarian korban hilang kini telah diperluas hingga mencapai 2.924 mil laut persegi yang terbagi dalam lima sektor operasi menggunakan metode prediksi maritim. Berdasarkan data terbaru, dari total penumpang yang berada di kapal, 59 orang dinyatakan selamat, satu orang dipastikan meninggal dunia, dan 18 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian aktif oleh Tim SAR Gabungan.