Upaya untuk menghidupkan kembali Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ASBUPI) mendapat sorotan guna mendukung keberlanjutan bisnis kepelabuhan di Tanah Air. Kehadiran kembali organisasi ini sangat dinantikan untuk menghimpun berbagai badan usaha yang bergerak di sektor kepelabuhan, khususnya yang berstatus BUMN.

Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto, menegaskan urgensi hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa ASBUPI awalnya didirikan pada Oktober 2013 oleh Pelindo I, II, III, dan IV sebelum mereka melakukan merger. Namun, dalam beberapa tahun terakhir keberadaan asosiasi ini menjadi tidak aktif atau dalam kondisi "mati suri" karena berbagai faktor.

Siswanto menyoroti salah satu tujuan utama ASBUPI adalah untuk menyelesaikan permasalahan outsourcing melalui perumusan alur proses bisnis dan pemetaan pekerjaan pokok serta penunjang. Hasilnya nanti dapat dijadikan dasar dan pedoman pola pengadaan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan anggota.

Selain itu, keberadaan ASBUPI dinilai krusial sebagai mitra strategis bagi pemerintah maupun Pelindo dalam mengelola bisnis kepelabuhanan secara lebih efektif. Organisasi ini berperan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perkembangan kegiatan pelayaran dan kepelabuhanan di Indonesia, sekaligus turut meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor tersebut.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini menambahkan, ketika ASBUPI tidak berjalan optimal, muncul berbagai persoalan kepelabuhanan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan kelancaran arus perdagangan. Ia mencatat, pasca-merger Pelindo, asosiasi ini justru diharapkan lebih aktif mengingat lanskap bisnis kepelabuhanan nasional yang semakin dinamis.

Untuk menghidupkan kembali perannya, Siswanto mengusulkan agar ASBUPI mengadopsi kebijakan inklusivitas. Langkah ini memungkinkan asosiasi merangkul pihak di luar industri pelabuhan murni, seperti akademisi dari kampus, perorangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Target jangka panjangnya adalah menjadikan sektor kepelabuhanan lebih dikenal dan dipahami oleh masyarakat luas.