Kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Korpri, Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditutup dengan penuh warna. Melalui ajang Pekan Olahraga Pawargari (Paguyuban Warga Gayamsari), ratusan warga berkumpul di Lapangan Tengah untuk merayakan kebersamaan melalui berbagai perlombaan tradisional dan pentas seni budaya.

Salah satu daya tarik utama yang mencuri perhatian penonton adalah pertunjukan kesenian Reog Ponorogo. Menariknya, tarian tradisional ini dibawakan oleh dua anak yang merupakan kakak beradik. Salah satu anak mengenakan dadak merak khas Reog, sementara saudaranya berperan sebagai pemanah. Penampilan sederhana namun sarat makna ini menjadi simbol pentingnya regenerasi dan pelestarian budaya lokal sejak usia dini.

Selain aspek budaya, acara ini juga menyajikan kompetisi olahraga populer seperti sepak bola anak-anak dan bola voli lintas usia. Semangat kebersamaan semakin terasa lewat aneka lomba tradisional, mulai dari estafet air hingga balap sepeda klasik. Dalam perlombaan sepeda klasik ini, warga ditantang mengayuh sepeda era 1990-an selambat mungkin tanpa menyentuh tanah, sebuah kompetisi unik yang sekaligus mengenalkan nilai sejarah barang antik kepada generasi muda.

Ketua Pawargari, Herry Agus Susanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi dan gotong royong warga RW setempat dalam menyukseskan acara. Di sela-sela perlombaan, panitia juga menggelar sesi joget bersama dan tradisi saweran. Momen hiburan ini dirancang untuk mencairkan suasana dan mempererat kerukunan, sekaligus menjembatani berbagai perbedaan pandangan di tengah masyarakat yang majemuk.

Acara kemasyarakatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo dari Fraksi PKS, Widoyo. Kehadirannya dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyerap aspirasi warga Perumahan Korpri terkait pengembangan potensi lingkungan. Widoyo menyatakan kesiapannya untuk menjembatani dan memfasilitasi kebutuhan warga, termasuk dukungan sarana yang dapat menunjang kegiatan positif masyarakat setempat.