Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta kembali menorehkan capaian penting dalam riset mineral strategis nasional. Yoseph Herwindo Paskarino, seorang profesional geologi dari PT ANTAM (Persero) Tbk, secara resmi menyandang gelar Doktor Teknik Geologi setelah mempertahankan disertasinya pada Sidang Terbuka, Selasa (23/6/2026).

Disertasi berjudul "Model Pengayaan Skandium dalam Laterit Nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara" ini menjawab kebutuhan mendesak akan pemahaman ilmiah terhadap skandium. Unsur tanah jarang ini menjadi komponen kritis dalam teknologi masa depan, termasuk pengembangan energi hidrogen melalui Solid Oxide Fuel Cell (SOFC), serta material ringan berkinerja tinggi untuk industri pertahanan dan kedirgantaraan.

"Selama ini, skandium di Indonesia sering kali hanya diperlakukan sebagai unsur ikutan tanpa kerangka genetik yang jelas," terang Yoseph. Penelitiannya berhasil membangun model berbasis proses yang menjelaskan secara sistematis bagaimana skandium terbentuk, berpindah, dan terkonsentrasi dalam sistem laterit nikel.

Riset yang difokuskan pada empat blok laterit nikel di Kompleks Ofiolit Sulawesi Timur itu mengungkap temuan kunci. Batuan ultramafik seperti lherzolit dan dunit menjadi sumber utama skandium, yang awalnya berkadar 3-16 ppm. Proses pelapukan tropis dalam jangka panjang kemudian mengonsentrasikan skandium hingga rata-rata lebih dari 100 ppm pada zona limonit di beberapa blok studi.

Yoseph juga menemukan peran krusial unsur aluminium dalam membawa skandium, dibandingkan besi dan magnesium. Pada tahap lateritisasi, skandium terlepas dari mineral asalnya dan terkonsentrasi melalui mekanisme adsorpsi dan substitusi pada mineral oksida besi sekunder seperti goetit dan hematit.

Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menegaskan riset ini membuktikan peran strategis perguruan tinggi. "Temuan seperti ini dapat mendukung hilirisasi mineral, pengembangan teknologi, dan kemandirian energi bersih di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi, Prof. Dr. Ir. R. M. Basuki Rahmad, M.T., menilai penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam geologi ekonomi. Model yang dihasilkan dapat menjadi acuan penting untuk eksplorasi mineral kritis dan membuka peluang Indonesia mengoptimalkan potensi mineral strategis yang selama ini belum banyak dikembangkan.

Temuan ini memperkuat dasar ilmiah bagi Indonesia dalam menyusun strategi eksplorasi dan pemanfaatan skandium sebagai produk sampingan bernilai tinggi dari industri nikel laterit. Perjalanan akademik Yoseph yang seluruh jenjang pendidikan tingginya ditempuh di UPN "Veteran" Yogyakarta dan Prancis juga menjadi catatan tersendiri atas konsistensinya dalam mengembangkan keahlian di bidang ini.