Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember (Unej) berhasil menciptakan inovasi medis mutakhir dengan memanfaatkan potensi lokal. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. drg. Amiyatun Naini, M.Kes., sukses mengembangkan material pengganti tulang rahang (bone graft) berbahan dasar gipsum dari Kecamatan Puger, Jember, yang dikombinasikan dengan pati singkong.

Inovasi yang diberi nama Scaffold Hydroxyapatite Gypsum Puger-Cassava Starch (HAGP-CS) ini terbukti mampu meningkatkan jumlah osteoblas atau sel pembentuk tulang. Berdasarkan hasil uji coba pada hewan laboratorium, material komposit tersebut juga efektif mempercepat aktivitas regenerasi dan rekonstruksi jaringan tulang rahang yang rusak.

Dr. Amiyatun mengungkapkan bahwa penelitian ini didorong oleh keinginannya untuk mengoptimalkan kekayaan alam Jember demi kemajuan dunia medis. Selama ini, gipsum dari kawasan Puger hanya dikenal luas sebagai bahan baku industri semen dan konstruksi bangunan kasar.

Secara ilmiah, gipsum Puger menyimpan kandungan kalsium melimpah yang dapat dikonversi menjadi hidroksiapatit, salah satu komponen mineral utama pada tulang manusia. Namun, karena hidroksiapatit murni dari gipsum memiliki keterbatasan dalam hal kekuatan mekanis, peneliti menambahkan pati singkong sebagai biopolimer alami untuk memperkuat struktur dan stabilitas material tersebut.

Riset komprehensif ini bukanlah proses instan, melainkan hasil konsistensi penelitian yang telah dirintis sejak tahun 2010. Pencapaian luar biasa dari akademisi Unej ini pun telah resmi dipublikasikan dalam Journal of Indian Prosthodontic Society pada edisi Juli 2025.