Wakil Bupati Batang, Suyono, mengumumkan kesiapan pemerintah daerah untuk mengkaji dan mendorong realisasi pembangunan fasilitas dinding panjat tebing kategori boulder berstandar nasional. Usulan ini muncul dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Tengah dan disampaikan langsung dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sirkuit Panjat Tebing Jateng di Hutan Kota Rajawali (HKR) Batang, Kamis (25/6/2026).
Suyono menegaskan bahwa KONI Kabupaten Batang akan diminta merencanakan pengusulan anggaran untuk proyek ini pada tahun depan. Ia menekankan pentingnya setiap sarana olahraga dibangun mengacu pada standar nasional agar dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk latihan atlet maupun penyelenggaraan kompetisi resmi.
Dengan memiliki fasilitas yang memenuhi standar, Kabupaten Batang tidak hanya dapat meningkatkan kualitas latihan para atlet lokal, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan tingkat nasional. Suyono menilai investasi pada sarana olahraga merupakan bagian krusial dari pembangunan sumber daya manusia, terutama generasi muda berbakat.
Wakil Bupati juga mengutip keberhasilan atlet panjat tebing dunia asal Batang, Khatibin, sebagai bukti konkret potensi besar daerah dalam melahirkan juara internasional. Saat ini, pemerintah bersama KONI dan FPTI terus memperkuat sistem pembinaan, termasuk peningkatan kualitas pelatih, program latihan, dan penyediaan fasilitas yang representatif untuk mencetak "Khatibin-Khatibin baru".
Sementara itu, Ketua KONI Batang, Teguh Supriyatno, menyambut baik dukungan Pemkab. Ia menegaskan bahwa pembangunan dinding boulder berstandar nasional memang menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan prestasi panjat tebing, salah satu cabang olahraga unggulan Batang.
Teguh merinci bahwa pada Kejurprov Jateng tahun ini, 14 atlet Batang berhasil lolos mewakili daerah, menunjukkan efektivitas pembinaan yang selama ini berjalan. KONI Batang pun menargetkan perolehan enam medali emas pada kejuaraan tersebut.
Harapan besar diberikan agar usulan pembangunan fasilitas tersebut segera dapat direalisasikan. Dengan demikian, atlet memiliki sarana latihan yang lebih representatif dan daerah pun siap menggelar kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar di masa depan, mempertahankan tradisi prestasi sekaligus mengharumkan nama Batang di kancah nasional dan internasional.