Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, melayangkan kecaman tajam terhadap praktik korupsi yang menjerat salah satu pejabat militer seniornya. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kim dalam pertemuan gabungan antara Partai Buruh Korea dan jajaran militer yang berlangsung di Pyongyang, Jumat (10/7).
Sorotan utama diarahkan kepada Pak Hui Chol, mantan wakil direktur yang memegang posisi strategis di Biro Politik Umum Tentara Rakyat. Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah KCNA, Pak diduga telah menerima suap dalam jumlah besar dan menunjukkan perilaku hidup mewah yang dinilai tidak pantas.
Dalam pidatonya, Kim Jong Un menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan politik yang melanggar garis kebijakan partai terkait penegakan disiplin. Ia menilai perilaku Pak sebagai penggelapan serta penjarahan yang secara langsung merugikan kepentingan negara dan masyarakat luas.
Sebagai langkah tegas, Partai Buruh Korea telah memberhentikan Pak dari posisi kepemimpinan pusat dan melimpahkan kasusnya kepada otoritas penegak hukum untuk diproses lebih lanjut. Meskipun detail sanksi yang akan dijatuhkan belum dirilis, langkah transparan Kim dalam mengecam pejabat senior ini dinilai sebagai kejadian langka dalam sistem pemerintahan tertutup Korea Utara.