Penyelenggaraan turnamen padel internasional FIP Silver dan FIP Promises 2026 di Bali diyakini memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata olahraga (sport tourism) di Pulau Dewata. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan penonton yang hadir dalam ajang bergengsi tersebut.
Kejuaraan dunia ini digelar di dua lokasi berbeda, yakni Island Sports untuk kategori FIP Silver dan Holywings Padel Club The Luc Bali untuk kategori FIP Promises. Ajang ini diikuti oleh ratusan atlet mancanegara yang berasal dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika Latin, termasuk Spanyol, Italia, Inggris, Jepang, Thailand, dan Argentina.
Marciano memberikan apresiasi tinggi kepada Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) di bawah kepemimpinan Galih Kartasasmita. Menurutnya, keberhasilan menarik kepercayaan dunia internasional untuk menggelar turnamen ini di Indonesia membuktikan kesiapan infrastruktur dan kemudahan akses wisata yang dipadukan dengan agenda olahraga global.
Selain menjadi magnet wisata, turnamen ini juga menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan atlet padel nasional, seperti Mike Tanoso dan Bryan Husin. Apalagi, cabang olahraga padel Indonesia sebelumnya telah menorehkan prestasi gemilang dengan menembus babak delapan besar pada FIP Asia Cup 2025. Kompetisi ini diproyeksikan sebagai ajang pemanasan dan evaluasi sebelum padel resmi dipertandingkan untuk pertama kalinya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.