Sektor usaha swasta di Vietnam tengah berada pada fase krusial dalam upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun terdapat 170.000 entitas bisnis baru atau yang kembali beroperasi dalam enam bulan pertama tahun 2025, jumlah pelaku usaha yang keluar dari pasar masih tercatat sebanyak 151.000. Rasio 1,18 bisnis yang masuk berbanding satu yang keluar menjadi indikator bahwa pemulihan ekonomi masih berlangsung namun belum mencapai momentum optimal seperti periode sebelum pandemi.
Dr. Bui Anh Tuan, Direktur Departemen Pengembangan Usaha Swasta dan Ekonomi Kolektif, mencatat bahwa kebijakan Resolusi 68 telah memberikan dampak positif, terutama dengan peningkatan rata-rata 18.000 bisnis baru per bulan. Menariknya, sekitar 60% dari pelaku usaha yang menarik diri memilih untuk menangguhkan operasi sementara guna melakukan restrukturisasi, bukan membubarkan perusahaan. Fenomena ini menunjukkan adanya ketangguhan dan ambisi para pengusaha untuk kembali beroperasi saat iklim investasi lebih kondusif.
Dalam diskusi mendalam mengenai lingkungan bisnis, Dr. Nguyen Minh Thao dari Institut Strategi dan Kebijakan Ekonomi menegaskan pentingnya langkah terobosan untuk memangkas persyaratan administratif yang rumit. Ia mengusulkan penerapan mekanisme pemantauan independen sebagai kunci efektivitas kebijakan. Pendekatan ini terbukti sukses pada 2016, di mana keterlibatan pihak eksternal dalam evaluasi berhasil memangkas 30% beban regulasi bisnis secara substantif.
Reformasi birokrasi ini dipandang harus menyasar tiga pilar utama, yakni efisiensi waktu, pengurangan biaya kepatuhan, dan mitigasi risiko bagi pelaku usaha. Kejelasan regulasi menjadi harga mati agar dunia usaha memiliki kepastian dalam menyusun rencana investasi jangka panjang. Lingkungan yang transparan dan stabil akan menumbuhkan kepercayaan, yang pada akhirnya memotivasi pelaku usaha untuk berinovasi dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Vietnam (VINASME), To Hoai Nam, menekankan bahwa keamanan hukum dan perlindungan terhadap hak-hak sah pelaku usaha adalah faktor penentu. Dengan kerangka hukum yang dapat diprediksi, sektor swasta akan lebih berani melakukan ekspansi, sehingga mampu menjadi motor penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan dua digit yang dicanangkan pemerintah.