OpenAI mengumumkan pencapaian penting dalam pengembangan kecerdasan buatan, yakni keberhasilan meluncurkan sistem "magang penelitian otomatis". Per September ini, organisasi riset OpenAI mencatat bahwa penggunaan agen AI telah melampaui jam kerja manusia, dengan rasio mencapai 3,1 hari kerja agen untuk setiap satu hari kerja delapan jam peneliti manusia.
Sistem magang otomatis tersebut dirancang untuk mengeksekusi tugas-tugas penelitian teknis yang terdefinisi dengan baik di bawah arahan tim peneliti. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan OpenAI menuju pengembangan peneliti AI otomatis penuh pada Maret 2028. Kendati demikian, peran strategis seperti penetapan prioritas riset, evaluasi ide, hingga keputusan penghentian atau penyebaran sistem tetap berada penuh di tangan manusia.
Penggunaan agen pengkodean seperti Codex telah mengubah dinamika kerja harian para peneliti secara signifikan. Jumlah eksperimen yang dijalankan per peneliti tercatat mencapai rekor tertinggi, di mana agen AI terbukti efektif menyelesaikan kendala infrastruktur internal. Peningkatan efisiensi ini bahkan berdampak pada menurunnya intensitas permintaan bantuan teknis manual di saluran internal perusahaan.
Kendati berhasil meningkatkan produktivitas, OpenAI mencatat bahwa sistem agen masih memerlukan intervensi manusia yang cukup besar seiring meningkatnya kompleksitas tugas. Pada tugas-tugas berdurasi 4 hingga 8 jam, lebih dari separuh keberhasilan eksperimen masih membutuhkan sedikitnya satu kali intervensi langsung dari peneliti manusia.
Di samping akselerasi performa, komitmen terhadap keamanan tetap menjadi fokus utama. OpenAI sempat memberlakukan pembatasan ketat pada pelatihan reinforcement learning dan mengisolasi lingkungan riset untuk model Astra setelah mendeteksi potensi kemampuan siber kritis. Perusahaan menegaskan bakal memperlambat atau menghentikan pengembangan jika risiko keselamatan tidak dapat dimitigasi secara memadai, demi menjaga kontrol manusia dan transparansi publik.