Vera C. Rubin Observatory yang terletak di puncak Cerro Pachón, Chile, kini resmi memulai misi astronomi ambisius dengan mengaktifkan kamera digital beresolusi 3.200 megapiksel. Instrumen raksasa seberat tiga ton ini diproyeksikan menjadi tulang punggung survei langit paling komprehensif yang pernah dilakukan dari Bumi.

Selama satu dekade ke depan, kamera ini dijadwalkan bekerja tanpa henti dengan menangkap gambar area langit baru setiap 40 detik. Dengan resolusi fantastis, setiap bidikan menghasilkan data sebesar 8GB, memungkinkan para ilmuwan merekam dinamika perubahan benda langit secara mendetail melalui pemindaian berulang di koordinat yang sama.

Proyek senilai 800 juta dolar AS yang didukung oleh National Science Foundation dan Departemen Energi Amerika Serikat ini disebut sebagai upaya pembuatan "film kosmik" terbesar. Dampak operasionalnya bahkan sudah terasa saat pengujian awal, di mana kamera berhasil mengidentifikasi 11.000 asteroid baru, termasuk beberapa objek yang melintas di dekat Bumi.

Pusat data observatorium diperkirakan akan mengolah sekitar 10 terabyte informasi setiap malamnya. Sistem kecerdasan di dalamnya mampu memicu jutaan peringatan otomatis jika mendeteksi aktivitas janggal di angkasa, yang nantinya akan digunakan untuk meneliti materi gelap dan menyusun inventaris lengkap tata surya.

Berbeda dengan riset astronomi konvensional, arsip data yang dihasilkan dari survei ini akan dibuka untuk akses publik secara luas. Langkah demokratisasi informasi ini memungkinkan peneliti maupun masyarakat umum di seluruh dunia untuk turut mengeksplorasi fenomena langit, mulai dari bintang berdenyut hingga ledakan supernova yang menjadi rahasia alam semesta.