WASHINGTON — Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, menetapkan 41 proposal teknologi dari 37 perusahaan di Amerika Serikat untuk mempercepat kesiapan misi antariksa jangka panjang, terutama keberadaan manusia di Bulan dan rencana eksplorasi menuju Mars.
Pemilihan tersebut dilakukan melalui program Announcement of Collaborative Opportunity (ACO) 2025. Lewat skema ini, NASA membuka ruang kolaborasi dengan industri swasta dalam pengembangan teknologi transportasi antariksa, operasional di permukaan planet, hingga infrastruktur pendukung di Bulan.
NASA menilai kerja sama dengan sektor komersial menjadi salah satu cara penting untuk mempercepat inovasi. Perusahaan yang terlibat dapat memanfaatkan fasilitas, perangkat lunak, perangkat keras, serta keahlian teknis NASA dalam proses pengembangan teknologi mereka.
Direktur Divisi Penelitian dan Teknologi Lanjutan NASA, Greg Stover, menyampaikan bahwa kemitraan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan industri antariksa Amerika dalam mendukung agenda eksplorasi NASA ke Bulan, Mars, dan wilayah ruang angkasa lainnya.
Menurut Stover, pelibatan industri komersial memungkinkan NASA membangun kemampuan penting secara lebih cepat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi antariksa nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers NASA yang dikutip pada Sabtu (27/6/2026).
Program ACO dijalankan dengan pola kerja sama tanpa pertukaran dana langsung antara NASA dan perusahaan. Meski demikian, perusahaan peserta memperoleh akses terhadap sumber daya dan pengalaman teknis NASA untuk mematangkan teknologi yang sedang mereka kembangkan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, ACO telah mendukung lebih dari 110 proyek teknologi. NASA mencatat nilai sumber daya yang disediakan badan antariksa tersebut mencapai sekitar 30 juta dolar AS, sementara kontribusi tambahan dari pihak industri diperkirakan sekitar 32 juta dolar AS.
Salah satu fokus utama dalam daftar proyek terpilih adalah teknologi penyediaan energi. Lockheed Martin, misalnya, mengembangkan sistem daya modular berukuran ringkas yang dirancang untuk memasok listrik di kawasan Bulan yang mengalami periode gelap berkepanjangan.
Sistem tersebut ditujukan agar astronaut dan perangkat misi tetap dapat beroperasi di lingkungan ekstrem. Selain itu, Lockheed Martin juga mengerjakan teknologi transfer daya nirkabel berbasis laser serat optik serta sistem pengelolaan panas untuk meningkatkan ketahanan perangkat antariksa.
Di bidang logistik orbit, NASA mendukung pengembangan Asteria oleh Kall Morris Inc. Teknologi ini dirancang sebagai sistem pemasangan muatan tambahan pada aset orbital, baik satelit lama maupun satelit generasi baru, tanpa memerlukan infrastruktur khusus.
Dengan kemampuan tersebut, Asteria diharapkan dapat meningkatkan manuver, pelacakan objek, perlindungan aset, dan pengumpulan data di orbit. Teknologi ini juga berpotensi memperpanjang usia pakai satelit serta membuat operasi antariksa lebih efisien.
Tantangan lain yang menjadi perhatian NASA adalah debu Bulan, yang dikenal dapat mengganggu bahkan merusak peralatan eksplorasi. Untuk menjawab persoalan itu, Moonprint Solutions mengembangkan penutup isolasi fleksibel yang mampu melindungi perangkat dari kondisi lingkungan Bulan yang keras.
Penutup tersebut dapat menyesuaikan bentuk berbagai jenis peralatan, sehingga bisa digunakan pada rover, sambungan robotik, selang, dan komponen bergerak lainnya. Perlindungan semacam ini dinilai penting agar perangkat eksplorasi dapat bekerja lebih lama di permukaan Bulan maupun dalam misi lanjutan menuju Mars.
NASA menyatakan proyek-proyek yang terpilih memiliki potensi untuk memperluas pasar antariksa komersial, menekan biaya operasional, serta menghadirkan kemampuan baru dalam eksplorasi ruang angkasa.
Tahap berikutnya, NASA akan melanjutkan negosiasi pelaksanaan masing-masing proyek. Masa pengembangan teknologi diperkirakan berlangsung antara 12 hingga 24 bulan, bergantung pada cakupan dan tingkat kesiapan setiap proposal.
Melalui kolaborasi ini, NASA berupaya memperkuat fondasi teknologi bagi kehadiran manusia yang lebih lama di Bulan, sekaligus mempersiapkan langkah besar berikutnya dalam eksplorasi manusia ke Mars.