Menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap, masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) diimbau untuk lebih memperketat proteksi kesehatan diri. Imbauan ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Kalsel, H. Nor Fajri, menyusul kekhawatiran atas penurunan kualitas udara di wilayah tersebut.
Nor Fajri menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh di tengah cuaca ekstrem. Menurut legislator asal daerah pemilihan Kalsel V yang meliputi Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong ini, langkah preventif terbaik adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi asupan bergizi, serta memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap prima.
Selain menjaga kondisi fisik, masyarakat juga sangat disarankan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap mulai pekat. Langkah sederhana ini dinilai efektif meminimalkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan partikel debu dan asap sisa kebakaran lahan.
Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana kabut asap secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah memperkuat strategi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemarau tahun 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan dan kesehatan lebih dari empat juta jiwa penduduk yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di wilayah Kalsel.