Kuliner tradisional khas Banjarnegara, Dawet Ayu, kini tengah bersiap memperluas jangkauan pasarnya ke ranah modern. Melalui program kolaboratif lintas sektor, minuman legendaris ini mendapatkan sentuhan inovasi teknologi pangan, pembaruan kemasan, serta digitalisasi manajemen usaha demi menarik minat generasi muda.
Program bertajuk "Pengembangan Dawet Ayu sebagai Produk Tradisional Unggulan Banjarnegara Menjadi Minuman Instan Berbasis Teknologi Semi Otomatis" ini telah memasuki tahun kedua. Upaya ini dipimpin oleh tim akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan Politeknik Banjarnegara, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banjarnegara, serta Paguyuban Dawet Ayu setempat.
Ketua tim pengabdi, Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa modernisasi difokuskan pada transisi dari produksi manual ke semi otomatis menggunakan teknologi food dehydrator. Alat ini berfungsi menghasilkan dawet instan yang praktis dan tahan lama. Selain itu, kemasan produk juga ditingkatkan menggunakan botol dan kaleng dengan visual yang lebih kekinian agar lebih mudah dibawa.
Tidak hanya dari segi kemasan, diversifikasi produk juga dilakukan dengan menghadirkan varian rasa baru yang memanfaatkan bahan alami seperti bunga telang dan bunga kecombrang. Inovasi ini memberikan cita rasa dan tampilan estetik yang unik tanpa menghilangkan karakteristik asli Dawet Ayu yang kaya akan nilai historis.
Untuk memperkuat sektor bisnis para perajin, program ini turut membenahi aspek manajemen usaha. Para pelaku UMKM Dawet Ayu dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, pelatihan pembukuan keuangan, hingga simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Dari sisi pemasaran, Dawet Ayu kini merambah ekosistem digital melalui berbagai platform daring, promosi kreatif di media sosial, serta pembuatan katalog digital untuk memperluas penetrasi pasar.