Geliat investasi di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) mengungkapkan bahwa minat investor tetap kuat, yang dibuktikan dengan banyaknya pengajuan ekspansi lahan di berbagai kawasan strategis nasional.
Ketua Umum HKI, Akhmad Maruf Maulana, menyebut bahwa keberhasilan KEK seperti Kendal, Gresik, dan Galang Batang dalam menarik minat pelaku usaha merupakan bukti bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan. Selain ketiga kawasan tersebut, terdapat pula deretan usulan pengembangan baru, termasuk KEK Digital Bekasi, KEK Industri Halal Sidoarjo, hingga KEK Patimban.
Meski prospek bisnis dinilai menjanjikan, Akhmad memberikan catatan kritis terkait hambatan birokrasi yang masih membayangi. Menurutnya, kecepatan perizinan adalah faktor kunci dalam pengambilan keputusan investor. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk lebih responsif dalam memangkas alur birokrasi yang dianggap menghambat realisasi proyek investasi di lapangan.
Selain menyederhanakan perizinan, HKI juga menaruh harapan besar pada rencana pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN). Pihak pengusaha berharap lembaga tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi, melainkan memiliki kewenangan eksekutif yang kuat guna memecahkan kebuntuan regulasi lintas kementerian.
Pemerintah sendiri mencatat bahwa tingkat utilisasi pada beberapa KEK, seperti KEK Kendal, telah menyentuh angka 100%. Kebutuhan akan perluasan lahan menjadi urgensi bagi pelaku industri, termasuk pada KEK Galang Batang yang membutuhkan tambahan area seluas 2.700 hektare untuk mendukung operasional hilirisasi industri smelter bauksit.