SUMEDANG — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menekankan pentingnya penguasaan pola pikir berkembang (growth mindset) dan fleksibilitas bagi generasi muda dalam menghadapi arus pesat disrupsi teknologi. Pesan krusial tersebut disampaikan di hadapan 1.007 mahasiswa baru Universitas Sebelas April (UNSAP) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sumedang saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di GOR H. Dadan Hendarsyah, Sabtu (5/9/2026).

Dalam pemaparannya, Dony menegaskan bahwa keunggulan akademis semata tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman yang diwarnai oleh maraknya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, mahasiswa dituntut memiliki kecakapan belajar secara berkelanjutan, keberanian keluar dari zona nyaman, serta fleksibilitas tinggi agar tidak tergilas oleh perubahan global yang makin dinamis.

“Masa depan tidak untuk ditunggu, melainkan dirancang secara matang. Di era saat ini, pihak yang mampu bertahan bukanlah yang paling cerdas, melainkan mereka yang paling cepat belajar dan beradaptasi,” ujar Dony. Ia menambahkan bahwa keterbukaan terhadap kritik serta keberanian mengambil pelajaran dari kegagalan merupakan kunci utama pembentukan karakter mahasiswa unggul.

Selain kesiapan individu, Dony menggarisbawahi pentingnya semangat kolaborasi dan pemetaan tujuan hidup sejak awal bangku perkuliahan. Ia menilai, keberhasilan masa depan sangat bergantung pada kemampuan bekerja sama serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sehingga setiap kegiatan akademik maupun kemahasiswaan memiliki arah yang konkret.

Sebagai bentuk komitmen dukungannya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga tengah merancang program Beasiswa Sumedang. Kebijakan ini disiapkan guna perluasan akses perguruan tinggi bagi masyarakat. Rangkaian acara yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis dari rektorat UNSAP kepada Bupati Sumedang.