Fenomena misterius "milky seas" atau laut susu, yang menampilkan hamparan samudra bercahaya terang benderang pada malam hari, kini berhasil didokumentasikan dari luar angkasa menggunakan teknologi satelit canggih milik NASA. Selama lebih dari empat abad, fenomena alam ini hanya menjadi kisah legendaris yang dituturkan oleh para pelaut tanpa adanya bukti ilmiah yang komprehensif.
Berbeda dengan bioluminesensi biasa yang kerap terlihat di bibir pantai akibat pecahan ombak, milky seas memancarkan cahaya secara merata di wilayah laut lepas. Skala fenomena ini sangat masif, mencakup area hingga puluhan ribu kilometer persegi, sehingga pancaran cahayanya dapat dideteksi dengan jelas oleh instrumen satelit yang mengorbit Bumi.
Catatan sejarah mencatat setidaknya 400 laporan mengenai fenomena ini sejak ratusan tahun lalu, termasuk kesaksian kapten kapal Moozuffer di Laut Arab pada tahun 1849 yang menggambarkan lautan bagaikan hamparan salju tanpa batas. Kini, dengan pemanfaatan teknologi sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit NOAA dan NASA, para ilmuwan dapat memetakan fenomena ini secara presisi secara langsung.
Melalui analisis data satelit dari dekade terakhir, tim peneliti yang dipimpin oleh Steven Miller dari Colorado State University berhasil mengidentifikasi belasan peristiwa milky seas. Salah satu kejadian terbesar tercatat pada tahun 2019, di mana hamparan cahaya seluas negara Islandia bertahan selama lebih dari 40 malam. Kendati ilmuwan mengetahui bahwa cahaya tersebut bersumber dari koloni bakteri Vibrio harveyi, alasan di balik berkumpulnya bakteri dalam jumlah raksasa tersebut masih menjadi teka-teki ilmiah.
Lokasi kemunculan milky seas umumnya terkonsentrasi di Laut Arab dan kawasan Asia Tenggara, yang diduga berkaitan erat dengan pola iklim global seperti Indian Ocean Dipole dan ENSO. Para ahli berharap penelitian lebih lanjut terhadap fenomena ini tidak hanya dapat mengungkap dinamika kesehatan ekosistem laut kita, tetapi juga memberikan petunjuk penting dalam pencarian tanda-tanda kehidupan di luar bumi.