Pemerintah Kota Pontianak tengah melakukan lompatan besar dalam tata kelola pelayanan kesehatan dengan menggeser fokus utama dari sekadar penyerapan anggaran menjadi keberhasilan program yang berdampak langsung pada masyarakat. Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa realisasi anggaran yang besar tidak lagi menjadi tolok ukur tunggal keberhasilan pembangunan sektor kesehatan. Melalui pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) DAU-Specific Grant, pemkot berkomitmen menerapkan pembiayaan berbasis kinerja (performance-based financing) yang berorientasi pada hasil nyata di lapangan.
Upaya reformasi ini krusial untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang saat ini telah mencapai angka 82, dengan usia harapan hidup rata-rata mencapai 76 tahun. Melalui analisis mendalam bersama para pendamping dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan World Bank, Pemkot Pontianak kini mengimplementasikan peta jalan strategis untuk menyelesaikan akar persoalan kesehatan secara presisi, terukur, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, penguatan layanan kesehatan dasar juga dititikberatkan pada peran bidan sebagai garda terdepan penanganan kesehatan ibu dan anak. Mantan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyoroti tantangan tingginya angka kelahiran yang menembus 11.667 jiwa pada tahun 2025. Pemerintah kota menekankan pentingnya intervensi optimal pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk menekan angka kematian ibu dan bayi demi mewujudkan visi Generasi Emas Indonesia 2045.
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pontianak merespons tantangan tersebut dengan program-program konkret. Ketua PC IBI Pontianak, Sri Mulyanti, menjelaskan langkah organisasi dalam melakukan standarisasi terhadap puluhan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) serta mempermudah akses hak administrasi anak melalui integrasi layanan penerbitan akta kelahiran dengan dinas terkait.
Melengkapi pembenahan sistem dan sumber daya manusia, inovasi taktis juga dihadirkan melalui peluncuran program "Mobile CKG" (Mobile Cek Kesehatan Gratis) oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Kepala Dinas Kesehatan, Saptiko, menjelaskan bahwa layanan jemput bola besutan Puskesmas Kom Yos Sudarso ini menyasar ruang-ruang publik untuk memudahkan masyarakat melakukan deteksi dini berbagai penyakit tanpa terkendala jarak dan waktu, guna mewujudkan akses kesehatan yang inklusif di Kota Pontianak.