Stigma bahwa anak gemuk dan berpipi tembam merupakan tanda tumbuh kembang yang sehat masih mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia. Kondisi ini sering kali memicu kecemasan berlebih pada orang tua ketika melihat buah hati mereka tampak lebih ramping dibandingkan anak-anak lain sebayanya.

Demi mengejar penampilan fisik yang menggemaskan, tidak sedikit orang tua yang secara impulsif memberikan porsi makan berlebih serta produk tinggi kalori tanpa kontrol. Sayangnya, pemaksaan peningkatan berat badan tanpa indikasi medis ini justru berpotensi memicu masalah kesehatan kronis pada masa depan anak.

Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, mengingatkan agar para orang tua segera mengubah pola pikir keliru tersebut. Ia menekankan bahwa parameter kesehatan anak tidak boleh diukur hanya dari penampilan luar atau ketebalan lipatan lemak tubuh semata.

Menurutnya, fokus utama dalam memantau tumbuh kembang anak seharusnya diarahkan pada pemenuhan gizi seimbang yang mendukung perkembangan motorik dan kognitif secara optimal, bukan sekadar mengejar angka timbangan yang berlebih.