Media massa, khususnya yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dituntut tidak hanya menjadi penyebar informasi tetapi juga jembatan strategis bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan. Melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI), media diharapkan mampu menghubungkan potensi lokal desa dengan akses permodalan, pasar global, dan teknologi modern.

Gagasan ini mengemuka dalam Dialog Nasional pasca-pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) News Room Jaga Desa SMSI untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Acara yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Hashim Djojohadikusumo dan Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat.

Akademisi sekaligus Ketua Dewan Penasihat SMSI Jatim, Assoc. Prof. Ahmad Riyadh UB, PhD, menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan ekonomi terletak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan riil di desa. Menurutnya, desa memiliki potensi ekonomi yang melimpah, khususnya di sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga tidak boleh sekadar menjadi target pasar produk luar.

Riyadh menyoroti pentingnya peran media dalam membangun ekosistem yang menghubungkan elemen modal, pasar, teknologi, dan kepercayaan. Guna mewujudkan hal tersebut, ia mendorong perusahaan pers untuk bertransformasi agar tidak sekadar memproduksi berita, melainkan juga menyajikan konten informasi yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Terkait pemanfaatan teknologi, Riyadh mengingatkan agar industri media tidak menutup diri dari perkembangan kecerdasan buatan (AI). AI dinilai sangat membantu efisiensi kerja jurnalistik mulai dari pembuatan teks hingga produksi video. Kendati demikian, kendali kebenaran dan etika informasi tetap berada sepenuhnya di tangan jurnalis sebagai manusia.

Selain aspek teknologi dan publikasi, kepastian hukum dan transparansi data juga menjadi kunci utama dalam menarik minat investor ke wilayah pedesaan. Dengan sinergi yang tepat antara perlindungan hukum, adopsi AI, serta jaringan informasi media startup, masyarakat desa diharapkan mampu naik kelas menjadi pelaku utama dalam roda perekonomian nasional.