Proses sensus ekonomi tahun 2026 kini tengah berlangsung dengan metode kunjungan langsung ke rumah warga. Kegiatan ini dimulai sejak 15 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data komprehensif mengenai kondisi ekonomi dan kegiatan usaha masyarakat di tingkat akar rumput.
Di lapangan, petugas sensus bergerak dari satu rumah ke rumah lain dengan membawa peralatan pendataan. Mereka umumnya mengenakan seragam oranye yang membedakan identitas mereka. Kunjungan dimulai dengan perkenalan diri dan penjelasan tujuan sensus kepada warga yang didatangi.
Contoh pelaksanaan terlihat di Kelurahan Pabaton, Kota Bogor. Di sana, petugas melakukan pencocokan data kependudukan terlebih dahulu sebelum memulai wawancara. Pertanyaan yang diajukan pun cukup rinci, mencakup aspek-aspek vital dalam kehidupan ekonomi rumah tangga.
Petugas akan menanyakan jumlah anggota keluarga, sumber pendapatan dan pengeluaran bulanan, serta informasi terkait usaha yang dijalankan. Tidak hanya itu, data sosial seperti keberadaan anggota keluarga dengan disabilitas juga menjadi bagian dari kuesioner sensus.
Aspek kondisi hunian pun tak luput dari pertanyaan. Warga akan ditanya tentang luas rumah, status kepemilikan, sumber air minum, hingga jenis dan besaran biaya listrik yang digunakan setiap bulannya. Pertanyaan mengenai kepemilikan rekening bank pribadi juga disampaikan untuk gambaran inklusi keuangan.
Seluruh data yang terkumpul dari sensus ini sangat krusial. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi nasional dan daerah, serta membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran bagi masyarakat.