Yayasan Kampoong Ecopreneur meluncurkan inisiatif baru berupa program pendidikan bisnis tanpa dipungut biaya bagi generasi muda dan calon santri. Program yang berpusat di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor ini dirancang untuk mencetak wirausahawan baru yang berfokus pada pelestarian lingkungan (ecopreneur). Sejak pendaftaran dibuka, antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan tercatatnya lebih dari 100 pendaftar hingga awal Agustus 2026.
Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai respons atas tiga tantangan krusial di Indonesia saat ini, yaitu degradasi lingkungan hidup, rendahnya kesejahteraan ekonomi masyarakat perdesaan, serta peningkatan isu kesehatan mental. Melalui pusat pemberdayaan di atas lahan wakaf seluas 1,7 hektar, yayasan ini berkomitmen melahirkan agen perubahan yang mampu menyeimbangkan profit bisnis dengan keberlanjutan alam.
Salah satu pilar gerakan ini adalah program "One Family One Ecopreneur", yang menargetkan lahirnya minimal satu pengusaha peduli lingkungan di setiap keluarga. Tidak hanya sekadar memberikan materi teori, yayasan juga terjun langsung mendampingi masyarakat setempat. Di Desa Sadeng Kolot, misalnya, Kampoong Ecopreneur membimbing petani lokal dalam membudidayakan ubi untuk pasar ekspor ke Singapura dan Malaysia, memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektar mulai Agustus ini.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari lembaga filantropi DT Peduli serta Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) IPB University. Kepala CIBEST IPB, Irfan Syauqi Beik, mengapresiasi kolaborasi ini karena dinilai mampu mengangkat derajat ekonomi petani sekaligus memperkokoh nilai-nilai spiritual mereka agar tangguh secara lahir dan batin.
Selama masa pendidikan, para Santri Ecopreneur akan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman, seperti mantan praktisi Astra Group Atok Aryanto, salah satu pendiri Hara Chicken Burhan Sholihin, serta para pelatih profesional lainnya. Pendaftaran program ini dibuka hingga 20 Agustus 2026, yang akan dilanjutkan dengan tahapan seleksi berkas, wawancara, kelas daring pada September-Oktober, serta pembelajaran tatap muka pada November 2026.