JAKARTA – Cara masyarakat memilih smartphone terus berubah seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan meningkatnya ketergantungan pada perangkat digital. Jika sebelumnya pembeli banyak berfokus pada RAM, kamera, kapasitas baterai, atau chipset, kini nilai penggunaan jangka panjang mulai menjadi pertimbangan yang tak kalah penting.

Smartphone saat ini bukan lagi sekadar alat komunikasi. Perangkat tersebut telah menjadi sarana utama untuk bekerja, belajar, membuat konten, mengakses layanan keuangan, menikmati hiburan, hingga menyimpan data pribadi yang bersifat sensitif. Kondisi ini membuat konsumen semakin selektif dalam memilih perangkat yang dinilai aman, tahan relevan, dan didukung layanan memadai.

Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno, menilai konsumen kini lebih cermat sebelum memutuskan membeli smartphone. Menurut dia, masyarakat tidak hanya mengejar teknologi terbaru, tetapi juga mencari perangkat yang bisa dipercaya untuk digunakan dalam jangka waktu panjang.

“Kami melihat bahwa konsumen saat ini semakin cermat dalam menentukan pilihan. Ketika membeli smartphone, mereka tidak hanya mencari teknologi yang canggih, tetapi juga perangkat yang dapat mereka percaya untuk digunakan dalam jangka panjang,” ujar Yadi.

Samsung, kata Yadi, berupaya menghadirkan perangkat yang tidak hanya kuat dari sisi teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman penggunaan menyeluruh. Hal itu mencakup keamanan berlapis, fitur AI yang relevan, serta pembaruan perangkat lunak selama beberapa tahun agar perangkat tetap nyaman digunakan.

Menurut Samsung, setidaknya ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan konsumen sebelum membeli smartphone baru. Faktor pertama adalah ketersediaan produk dan dukungan jangka panjang. Di tengah dinamika industri teknologi global, konsumen membutuhkan perangkat yang mudah diperoleh, sekaligus memiliki kepastian layanan setelah pembelian.

Samsung menyebut ekosistem global yang terintegrasi, mulai dari pengembangan semikonduktor, memori, perangkat, hingga layanan, menjadi salah satu cara menjaga ketersediaan produk di pasar. Dengan pasokan yang lebih terjaga, konsumen diharapkan dapat memperoleh perangkat sesuai kebutuhan tanpa kesulitan berarti.

Faktor kedua adalah pengalaman penggunaan yang menyeluruh atau all-rounder. Smartphone modern dituntut mampu menjawab berbagai kebutuhan dalam satu perangkat, baik untuk urusan pekerjaan, pendidikan, komunikasi, hiburan, maupun kreativitas digital.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Samsung menghadirkan fitur Awesome Intelligence dan Galaxy AI pada sejumlah perangkatnya. Fitur berbasis AI itu dirancang membantu pengguna dalam produktivitas, komunikasi, dan kreasi konten secara lebih intuitif.

Sejumlah fitur AI juga diproses langsung di perangkat atau on-device, sehingga diklaim dapat bekerja lebih cepat, lebih personal, serta membantu menjaga privasi pengguna. Di sisi keamanan, Samsung membekali perangkat Galaxy dengan Samsung Knox Vault, sistem keamanan berbasis perangkat keras untuk melindungi data penting seperti kata sandi, informasi keuangan, dan data pribadi dari ancaman siber.

Dukungan pembaruan perangkat lunak juga menjadi bagian dari nilai jangka panjang sebuah smartphone. Samsung memberikan hingga enam generasi pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan untuk sejumlah perangkat kelas menengah hingga entry-level, serta hingga tujuh generasi pembaruan OS dan tujuh tahun pembaruan keamanan untuk lini flagship Galaxy.

Faktor ketiga adalah kemudahan kepemilikan dan layanan purna jual. Selain spesifikasi, konsumen kini semakin memperhatikan skema pembelian yang fleksibel, seperti cicilan, trade-in, cashback, hingga layanan pembiayaan Samsung Finance+.

Samsung juga menyoroti pentingnya jaringan layanan purna jual yang luas. Saat ini perusahaan tersebut memiliki lebih dari 160 pusat layanan di 133 kota di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, untuk membantu pengguna memperoleh dukungan teknis maupun perbaikan perangkat.

Yadi menegaskan, membeli smartphone saat ini dapat dipandang sebagai investasi teknologi. Karena itu, perangkat yang dipilih semestinya tidak hanya menarik saat pertama kali dibeli, tetapi juga tetap aman, relevan, dan mudah dirawat dalam beberapa tahun penggunaan.

“Kami memahami bahwa konsumen saat ini semakin bijak dalam mengelola pengeluaran. Karena itu, kami ingin memastikan lebih banyak masyarakat dapat menikmati teknologi Samsung dengan lebih mudah melalui berbagai pilihan kepemilikan yang fleksibel, ketersediaan produk yang terjaga, serta jaringan layanan purna jual yang luas,” kata Yadi.