Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan tatap muka dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Jumat (21/12). Pertemuan terjadwal ini difokuskan untuk membahas dinamika situasi politik nasional serta merumuskan langkah taktis menjelang sisa masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, mengonfirmasi bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan berkala yang telah direncanakan sebelumnya. Selain pertemuan hari ini, kedua tokoh tersebut dijadwalkan kembali bertemu pada akhir Januari, Februari, dan Maret mendatang, di samping koordinasi insidental yang menyesuaikan perkembangan dinamika politik di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak melakukan evaluasi mendalam terhadap jalannya separuh babak kampanye yang telah dilalui. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah tren elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga yang terus merangkak naik, meski dinilai masih memerlukan kerja keras ekstra untuk melampaui elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Oleh karena itu, strategi kampanye komprehensif untuk tiga bulan ke depan, baik di tingkat elite maupun akar rumput, mulai dimatangkan.
Fokus wilayah strategis di Pulau Jawa, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, turut menjadi sorotan utama dalam penyusunan peta jalan pemenangan koalisi. Tak hanya berorientasi pada perolehan suara, koalisi ini juga menaruh perhatian serius pada isu integritas pemilu dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi kecurangan yang belakangan hangat diperbincangkan publik.
Terakhir, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan menjaga stabilitas elektabilitas partai-partai politik anggota koalisi pengusung. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh mesin partai pendukung bergerak secara optimal dan selaras demi memenangkan kontestasi pemilu.