Mahasiswa dari Program Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terjun langsung mendukung implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat derajat kesehatan warga, terutama bagi para lanjut usia yang mengidap hipertensi maupun diabetes melitus.
Dosen pendamping kegiatan, Farid Rahman, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari penerapan praktik lapangan sekaligus upaya pengabdian masyarakat. Fokus utama program ini adalah aspek promotif dan preventif melalui pemantauan kesehatan berkala, edukasi gaya hidup sehat, hingga pendampingan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia.
Sebanyak 50 peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi senam kesehatan selama 45 menit, yang dipandu untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan kelenturan tubuh. Pendampingan dari mahasiswa fisioterapi diberikan guna memastikan keamanan peserta dalam mengikuti gerakan senam, mengingat pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kestabilan tekanan darah dan sensitivitas insulin bagi penderita penyakit kronis.
Selain aktivitas fisik, para mahasiswa juga menyosialisasikan pentingnya kepatuhan mengonsumsi obat serta pola makan sehat sebagai bagian dari pengelolaan penyakit mandiri. Para peserta, seperti Heni Astuti dan Suwahyo, memberikan testimoni positif bahwa rutinitas dalam program ini telah membantu mereka memantau kondisi kesehatan secara lebih terukur.
Meskipun program ini telah memberikan dampak signifikan, tim dari UMS mencatat tantangan yang masih perlu diatasi, yaitu rendahnya tingkat kehadiran peserta secara rutin. Selain itu, keterbatasan akses transportasi bagi lansia dengan mobilitas terbatas menjadi catatan penting dalam upaya perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat ke depan.