Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawasan keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Langkah nyata ini dilakukan melalui pemeriksaan langsung serta pengambilan sampel produk dari sejumlah Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), kuliner siap saji, hingga jajanan di area sekolah pada Selasa (11/8/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.K.M., M.Si., memimpin langsung jalannya inspeksi ini. Ia menegaskan bahwa pengawasan berkala tersebut sangat krusial demi menjamin setiap produk pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya anak-anak, telah memenuhi standar mutu, kebersihan, dan syarat kesehatan yang ketat.

Dalam aksi lapangan ini, tim ahli dari Dinas Kesehatan yang terdiri atas Lanny Permatasari Nasution, Putri Ari Budi Arti Penarik, Dian Agus Arianto, dan Angraini Putri Satunnur Purba, diturunkan untuk mengumpulkan berbagai sampel makanan dan minuman. Seluruh sampel tersebut kemudian dibawa untuk melewati proses pengujian laboratorium yang komprehensif.

Prosedur pengujian laboratorium difokuskan pada deteksi berbagai parameter zat berbahaya. Tim menguji kandungan cemaran logam berat, mendeteksi keberadaan formalin dan boraks, mengidentifikasi pewarna tekstil seperti methanil yellow dan rhodamine B, mengukur kadar pemanis buatan, serta melakukan analisis mikrobiologi guna memastikan tidak ada bakteri merugikan.

Hasil dari pengujian laboratorium ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, melainkan juga dasar evaluasi Pemko Sibolga. Data yang diperoleh akan menjadi acuan penting untuk memberikan pembinaan serta edukasi berkelanjutan kepada para pelaku usaha kuliner dan produsen pangan lokal di Kota Sibolga agar senantiasa menjaga higienitas produk mereka.