Serang — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan para narapidana dengan menyelenggarakan pemeriksaan atau screening Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyasar 400 warga binaan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Banten Girang sebagai wujud nyata komitmen institusi dalam meningkatkan standar layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, screening dilakukan dengan metode Voluntary Counseling and Testing (VCT), sebuah pendekatan yang menggabungkan penyuluhan, konseling individual, serta pemeriksaan medis secara langsung. Metode ini dipilih karena tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi dini, tetapi juga menjadi sarana edukasi komprehensif bagi warga binaan mengenai berbagai aspek terkait HIV, mulai dari jalur penularan, langkah-langkah pencegahan, hingga urgensi pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Proses screening didukung oleh tenaga medis profesional dari Puskesmas Banten Girang yang memberikan pendampingan menyeluruh selama kegiatan berlangsung. Kehadiran tenaga kesehatan terlatih memastikan setiap peserta memperoleh informasi yang akurat dan dapat berkonsultasi secara personal terkait kondisi kesehatannya.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari pemenuhan hak dasar kesehatan yang melekat pada setiap warga binaan. Menurutnya, terciptanya lingkungan lapas yang sehat dan aman menjadi tanggung jawab bersama yang harus terus diperjuangkan.
"Melalui screening ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan," tegas Riko Stiven.
Kegiatan pemeriksaan massal ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan warga binaan mengenai pentingnya deteksi dini terhadap penyakit menular. Lebih jauh, program ini turut mendukung visi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman penyebaran HIV serta penyakit menular lainnya.