Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kesehatan setempat bersinergi dengan UPTD Puskesmas Awayan menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis serta pelacakan (tracing) penyakit tuberkulosis (TB) untuk masyarakat di Desa Nungka, Kecamatan Awayan. Langkah taktis ini diambil sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit di tingkat pedesaan.

Pengelola Program Tuberkulosis Dinas Kesehatan Balangan, Utami Setyaningsih, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan program resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Fokus utama dari agenda ini adalah memperkuat sistem pencegahan serta pengendalian penyakit menular langsung di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaan pelacakan kasus TB, petugas medis memprioritaskan warga yang tinggal serumah atau melakukan kontak erat dengan penderita TB aktif. Selain itu, skrining kesehatan terpadu ini juga menyasar kelompok rentan dengan faktor risiko tinggi, seperti kelompok lanjut usia (lansia), penderita diabetes melitus, anak bawah lima tahun (balita), hingga perokok aktif.

Melalui pemeriksaan berkala ini, pihak dinas kesehatan berharap mata rantai penularan tuberkulosis dapat diputus secara efektif dari tingkat keluarga. Langkah preventif ini juga diselaraskan dengan target nasional pemerintah dalam mencapai eliminasi penyakit tuberkulosis secara menyeluruh pada tahun 2030 mendatang.

Kehadiran layanan kesehatan gratis ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Nungka, Rustam, menyampaikan apresiasinya dan berharap pemeriksaan medis jemput bola ini mampu meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas warga desa dalam kehidupan sehari-hari.