KUTAI KARTANEGARA – PT Elnusa Tbk, bagian dari Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan pencapaian gemilang dalam proyek hulu migas di Kalimantan Timur. Melalui pengoperasian Rig EMR-001, perusahaan jasa energi ini sukses menyelesaikan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan hasil produksi yang melampaui target awal secara signifikan.
Proses pengeboran yang dimulai sejak awal Juni 2026 ini berhasil dirampungkan dalam waktu 45 hari kerja. Pada tahap uji produksi pertengahan Agustus lalu, sumur tersebut mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 5,36 MMSCFD gas atau setara 255 persen dari target semula sebesar 2,1 MMSCFD. Sementara itu, produksi minyak bumi mencapai 406 BOPD, melonjak hingga 232 persen dari target awal yang dipatok pada angka 175 BOPD.
Sekretaris Perusahaan Elnusa, Rustam Aji, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kompetensi dan keandalan teknologi yang dimiliki perusahaan. Menurutnya, sinergi yang baik antara aset berkualitas tinggi dan keahlian tim di lapangan mampu memberikan nilai tambah yang besar bagi optimalisasi produksi para mitra kerja.
Secara teknis, pengeboran berarah ini berhasil mencapai kedalaman akhir hingga 11.685 kaki (ftMD) guna menyasar lapisan reservoir F083A, I089A, dan I072A yang memiliki tekanan hidrokarbon optimal. Keberhasilan operasional ini juga ditopang oleh koordinasi taktis tim di lapangan saat menghadapi dinamika teknis, termasuk proses pengendalian sumur (well control) yang cepat dan terukur.
Selain performa produksi yang tinggi, Elnusa juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan kerja. Proyek pengeboran ini berhasil mengumpulkan total 75.600 jam kerja selamat (safe man hours) sejak pertama kali tajak sumur dilakukan, memperkuat komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan kerja yang tinggi di industri berisiko tinggi.
Keberhasilan di Sumur Semberah-206 ini diharapkan dapat memperkuat posisi Elnusa sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang andal. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata perseroan dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi migas di dalam negeri.