Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam menegaskan pentingnya merumuskan orientasi penelitian dasar di bidang ilmu komputer dan informasi. Langkah strategis ini dinilai krusial di tengah pesatnya perkembangan Revolusi Industri 4.0 serta untuk memperkuat daya saing teknologi nasional di kancah global.
Wakil Direktur Departemen Ilmu Sosial dan Alam Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam, Nguyen Thi Thanh Ha, menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital kini menjadi pilar dari berbagai teknologi strategis. Oleh karena itu, penentuan arah riset dasar yang tepat akan mempercepat pembentukan pusat unggulan dan melahirkan sumber daya manusia berkualitas tinggi di masa depan.
Senada dengan hal itu, Profesor Madya Huynh Thi Thanh Binh selaku Ketua Dewan Ilmiah Ilmu Komputer dan Informasi memaparkan bahwa Vietnam masih memiliki ruang yang luas untuk mengejar ketertinggalan teknologi global. Meski banyak universitas lokal yang telah membentuk kelompok riset, alokasi dana proyek penelitian dinilai masih perlu ditingkatkan agar sebanding dengan kebutuhan pembangunan riil.
Dalam draf orientasi penelitian periode 2026–2035, Vietnam memfokuskan pengembangan pada empat pilar utama, yakni ilmu komputer, kecerdasan buatan, sistem informasi dan komunikasi, serta robotika dan otomatisasi. Cetak biru ini bertujuan memperkuat basis pengetahuan ilmiah sekaligus menciptakan penemuan-penemuan baru yang kompetitif di tingkat internasional.
Para akademisi dan praktisi juga menyarankan agar arah riset ini dikaitkan erat dengan kebutuhan praktis industri. Saran konkret yang mengemuka meliputi pembangunan basis data infrastruktur penelitian, integrasi riset dengan pendidikan pascasarjana, serta fokus pada keunggulan lokal seperti teknologi pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk bahasa Vietnam.