Suasana rapat persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat di Aula Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam memanas pada Selasa (8/9/2026). Ketegangan tersebut berujung pada aksi walkout yang dilakukan oleh puluhan pengurus cabang olahraga (pengcab) di bawah naungan KONI Kabupaten Agam.
Pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, M. Lutfie, diwarnai gelombang interupsi sejak awal acara. Sikap tegas para pengurus cabang olahraga ini dipicu oleh hadirnya pengurus KONI versi Caretaker, yang keberadaannya telah ditolak secara tertulis oleh setidaknya 38 pengcab olahraga se-Kabupaten Agam.
Perwakilan Pengcab Orado Agam, Vera Christian, mengungkapkan bahwa para pengurus sebenarnya hadir untuk menghormati undangan pemerintah daerah dan berdiskusi mengenai agenda Porprov. Namun, suasana berubah ketika Sekda Agam memberikan jawaban yang dinilai normatif dan tidak menyentuh substansi dinamika penundaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Agam.
Kritik senada disampaikan Ketua Esports Indonesia (ESI) Agam, Yudha Novri, dan Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Agam, Eka Heraska. Mereka menegaskan agar Pemkab Agam mengambil posisi netral dan tidak melakukan intervensi melebihi koridor AD/ART organisasi, sembari menghormati keputusan KONI Pusat yang meminta pencabutan SK Caretaker.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengcab Taekwondo Agam, Erwin Tanjung, meminta pemerintah daerah tetap memprioritaskan nasib pembinaan atlet tanpa mengesampingkan tata kelola keorganisasian yang sah. Hingga kini, dinas terkait dilaporkan belum memberikan kepastian jawaban atas pernyataan sikap bersama maupun kelengkapan data atlet yang telah dikirimkan oleh pihak pengcab.