Pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana strategis untuk mengubah fungsi sejumlah arena olahraga di daerah-daerah di luar Seoul menjadi venue konser K-Pop berskala besar. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat untuk mendistribusikan manfaat ekonomi dari Hallyu atau gelombang budaya Korea secara lebih merata ke seluruh penjuru negeri.
Kebijakan baru ini menargetkan stadion dan kompleks olahraga di kota-kota seperti Busan, Daegu, dan Gwangju yang selama ini jarang menjadi tuan rumah acara hiburan internasional. Dengan infrastruktur yang sudah ada, pemerintah berharap dapat menghemat anggaran sekaligus memacu aktivitas ekonomi lokal melalui lonjakan wisatawan dan pengeluaran pendukung konser.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menyatakan bahwa program ini akan dimulai secara bertahap pada kuartal depan. Fokus utamanya adalah pada grup-grup K-Pop populer yang jadwal tur dunianya kerap penuh, sehingga venue tambahan di daerah menjadi solusi untuk memenuhi tingginya permintaan tiket dari penggemar lokal dan mancanegara.
Analisis ekonom memperkirakan bahwa setiap konser besar di daerah dapat menggerakkan perekonomian lokal senilai puluhan miliar won. Dampaknya meliputi sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga penjual merchandise resmi. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ekonomi kreatif sebagai pilar baru pertumbuhan nasional selain industri manufaktur dan teknologi.