Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menyambut positif program “Dengar Bareng” yang digagas RRI Bandarlampung. Program tersebut dinilai dapat menjadi jembatan informasi antara dunia olahraga daerah dan masyarakat luas.
Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan publikasi olahraga tidak semestinya hanya berfokus pada hasil pertandingan atau perolehan medali. Menurutnya, masyarakat juga perlu mengetahui proses panjang pembinaan atlet, rencana kerja cabang olahraga, hingga persiapan menghadapi berbagai kompetisi.
“Selama ini masyarakat lebih banyak mengetahui hasil pertandingan atau kejuaraan. Padahal, proses pembinaan, program kerja, hingga agenda yang dijalankan masing-masing cabang olahraga juga penting untuk diketahui publik,” ujar Taufik.
Ia menilai kehadiran “Dengar Bareng” dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi publik bagi pengurus cabang olahraga di Lampung. Melalui kanal tersebut, setiap cabang olahraga dapat menyampaikan program pembinaan, kegiatan yang sedang berjalan, serta target prestasi yang ingin dicapai.
KONI Lampung saat ini membina sekitar 65 cabang olahraga dan berkoordinasi dengan 15 KONI kabupaten/kota. Dengan cakupan tersebut, Taufik berharap program RRI dapat membantu memperluas jangkauan informasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengembangan olahraga daerah.
Lebih jauh, Taufik mendorong agar kerja sama antara KONI Lampung dan RRI Bandarlampung diperkuat melalui nota kesepahaman atau MoU. Menurut dia, payung kerja sama kelembagaan diperlukan agar program kolaboratif dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, KONI Lampung berharap informasi mengenai pembinaan olahraga dapat menjangkau publik secara lebih merata. Publikasi yang konsisten diyakini mampu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap atlet sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di Provinsi Lampung.