Kesadaran akan kesehatan tubuh kini semakin bersanding erat dengan kepedulian terhadap kelestarian bumi. Salah satu tren yang tengah naik daun secara global adalah plogging, sebuah aktivitas fisik yang mengombinasikan olahraga lari santai dengan aksi nyata memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. Istilah ini lahir dari penggabungan kata jogging dan kosakata Swedia plocka up yang berarti memungut.
Aktivitas yang awalnya populer di Swedia ini kini telah diadopsi secara luas di ratusan negara. Menariknya, plogging dinilai jauh lebih efektif untuk kebugaran tubuh dibandingkan dengan joging biasa. Berdasarkan studi, berolahraga plogging selama 30 menit mampu membakar sekitar 288 kalori, lebih tinggi daripada joging biasa yang hanya membakar sekitar 235 kalori dalam durasi yang sama.
Peningkatan pembakaran kalori ini terjadi karena adanya variasi gerakan fungsional yang konstan. Saat mengambil sampah, pelaku plogging secara aktif melakukan gerakan squat, lunge, dan peregangan yang memperkuat otot paha, betis, serta bokong. Beban dari kantong sampah yang semakin penuh juga memberikan latihan ketahanan tambahan bagi otot inti dan lengan secara dinamis.
Bagi yang tertarik mencoba, persiapan yang dibutuhkan tergolong sederhana. Cukup siapkan sepatu lari yang nyaman, sarung tangan pelindung untuk menghindari luka akibat benda tajam, serta kantong sampah. Untuk mencegah cedera punggung, pelaku plogging disarankan menekuk lutut saat mengambil sampah, bukan membungkukkan pinggang secara langsung.
Selain manfaat fisik, plogging juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Keberhasilan membersihkan lingkungan secara langsung memicu pelepasan hormon endorfin dan serotonin yang menciptakan rasa bahagia. Lebih dari sekadar olahraga mandiri, aksi nyata ini juga berpotensi menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih peduli pada kebersihan lingkungan.