Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Kementerian Komunikasi dan Digital resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta. Pusat riset mutakhir ini tidak sekadar menjadi wadah akademis, melainkan dirancang langsung untuk menghasilkan solusi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang aplikatif dalam menjawab tantangan nyata di Indonesia.
Pada tahap awal, fokus penelitian diarahkan pada tiga sektor krusial, yakni kesehatan, pertanian, dan kebencanaan. Salah satu proyek unggulan yang tengah digarap adalah eNose-TB, sebuah teknologi pemindaian berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi tuberkulosis secara lebih cepat dan akurat. Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra selaku Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM menyatakan bahwa akses ke infrastruktur AI berstandar global ini akan mempercepat proses pengembangan hingga pemanfaatan teknologi kesehatan karya anak bangsa.
Selain bidang medis, NVAITC juga tengah mematangkan proyek SmartAgri dan Tech4Disaster. Proyek SmartAgri mengintegrasikan kecerdasan buatan multimodal dan teknologi komputasi tingkat tinggi demi meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan di tengah ketidakpastian iklim tropis. Sementara itu, Tech4Disaster hadir sebagai platform geospasial berbasis AI yang dikhususkan untuk memperkuat sistem peringatan dini, mitigasi, hingga manajemen penanggulangan bencana alam secara real-time.
Keberlanjutan riset ini didukung penuh oleh infrastruktur teknologi kelas dunia, termasuk platform kecerdasan buatan terintegrasi dari NVIDIA serta fasilitas GPU Merdeka yang disediakan oleh Indosat. Infrastruktur canggih ini mencakup akselerasi komputasi tingkat tinggi, perangkat lunak AI khusus, hingga modul pelatihan yang siap digunakan oleh para peneliti untuk menghasilkan inovasi yang berdaya guna.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan melahirkan talenta digital lokal yang kompetitif. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar atau pengguna teknologi global, melainkan mampu tampil sebagai kreator inovasi AI yang memberikan dampak positif di tingkat domestik maupun internasional.