Kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tapak Pengabdi Khatulistiwa (Tabik) kembali menyambangi pemukiman Suku Bajo di Desa Mola Nelayan Bakti, Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kehadiran mereka kali ini fokus membawa solusi teknologi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang kerap mengepung wilayah pesisir tersebut.
Program pengabdian masyarakat yang berlangsung dari akhir Juli hingga awal September 2026 ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang UMY yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Tim KKN berupaya melakukan pendekatan partisipatif guna memberdayakan masyarakat adat yang hidup dan beraktivitas di atas permukaan laut tersebut.
Para mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu berkolaborasi menyusun program kerja lintas sektor, meliputi bidang lingkungan, sosial budaya, pendidikan, dan media informasi. Fokus utama kegiatan diarahkan pada perubahan perilaku dan pengelolaan lingkungan secara mandiri oleh warga setempat.
Perwakilan tim KKN UMY, Muhammad Fathur Hamzah, menjelaskan bahwa penanganan sampah plastik menjadi prioritas utama. Selain mengedukasi warga mengenai kebersihan pantai, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa tungku pembakar ramah lingkungan atau rocket stove untuk meminimalisasi timbunan sampah plastik.
Tak hanya mengenalkan teknologi baru, para mahasiswa bersama warga juga rutin menggelar aksi gotong royong membersihkan lorong-lorong pemukiman apung. Tim KKN juga menempatkan tempat sampah di berbagai titik strategis demi menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan laut yang menjadi ruang hidup utama Suku Bajo.