KLATEN — Ketekunan dan komitmen menjaga kualitas terbukti mampu membawa usaha lokal bersaing di panggung internasional. Perjalanan ini dibuktikan oleh Citra Fajar Utama (CFU), sebuah industri pengolahan kayu asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang berhasil merambah pasar ekspor lintas benua sekaligus menjadi pemasok utama jaring peritel global.
Usaha yang diprakarsai oleh Doddik Sulistiono ini bermula dari tempat penggergajian kayu sewaan pada 1998. Berkat konsistensi, CFU berhasil mendirikan pabrik mandiri pada 2012. Kendati fasilitas produksi barunya berdiri pada 2012, gebrakan ekspor telah dimulai sejak 2005 dengan mengirimkan produk lantai kayu (flooring) ke Taiwan. Kini, jangkauan pasar ekspor CFU telah menembus kawasan Asia, Afrika, hingga Eropa yang menjadi pasar terbesarnya.
Pencapaian penting CFU juga terukir di pasar domestik melalui kemitraan strategis dengan jaringan kedai kopi global, Starbucks. Peluang tersebut terbuka setelah CFU mengikuti pameran lokal pada 2015 dan dipercaya menggarap pesanan meja untuk gerai Starbucks di Menteng, Jakarta, pada 2016. Setelah lolos pengujian standar kualitas yang ketat, kepercayaan tersebut berlanjut hingga CFU kini telah memproduksi furnitur untuk hampir 900 gerai Starbucks.
Di balik pencapaian tersebut, Doddik tak menampik adanya berbagai tantangan bisnis, terutama dinamika regulasi ekspor. Ia berharap pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan dan instansi terkait, dapat menyederhanakan aturan serta memperbanyak program pelatihan lintas sektor demi meningkatkan daya saing pelaku industri kayu dalam negeri.
Keberhasilan CFU tidak hanya mengharumkan nama daerah di kancah global, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan memberdayakan warga lokal sebagai tenaga kerja utama, CFU membuktikan bahwa UMKM daerah mampu menembus pasar internasional selama konsisten menjaga mutu dan keahlian produknya.