Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi menutup ajang kejuaraan Pacu Kuda dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Acara penutupan yang dikemas dengan Apel Kebangsaan ini berlangsung meriah di Lapangan Haji Muhammad Hasan Gayo, Blang Bebangka, Kabupaten Aceh Tengah, pada Ahad (30/8/2026).
Dalam sambutannya, Marciano menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah beserta unsur Forkopimda atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut. Ia menekankan bahwa kejuaraan berkuda tradisional ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa, melainkan menjadi sarana pemulihan trauma (trauma healing) yang sangat efektif bagi masyarakat setempat pascamusibah bencana alam.
Marciano menambahkan bahwa kehadiran jajaran pengurus KONI Pusat di dataran tinggi Gayo merupakan simbol solidaritas dari seluruh ekosistem olahraga nasional. Langkah ini menjadi bukti komitmen bersama untuk saling menguatkan dan bangkit dari kesedihan demi mewujudkan visi pembangunan nasional yang berdaulat, adil, dan makmur, sejalan dengan semangat kemerdekaan Indonesia.
Selain aspek pemulihan sosial, ia juga memuji kualitas Lapangan H.M. Hasan Gayo yang dinilai sebagai salah satu arena pacuan kuda terbaik di Indonesia. Terlebih, arena ini sebelumnya telah sukses digunakan sebagai arena tanding resmi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, sehingga pemeliharaan dan pemanfaatannya ke depan harus terus dioptimalkan guna melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, menegaskan bahwa tradisi pacu kuda memiliki nilai budaya yang sangat melekat dengan identitas masyarakat Gayo. Ia berharap kejuaraan ini mampu memperkokoh rasa cinta tanah air serta memupuk rasa persatuan, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan menepis segala potensi perpecahan di daerah.
Rangkaian acara ini ditutup dengan penandatanganan deklarasi damai oleh tokoh-tokoh penting yang hadir, termasuk Ketua Presidium Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Triwatty Marciano. Deklarasi ini menegaskan tekad masyarakat Aceh Tengah untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan, mengutamakan kebersamaan, dan berfokus pada pencapaian prestasi di masa mendatang.