Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dijadwalkan akan segera memanggil jajaran direksi PT Astra Internasional untuk melakukan evaluasi mendalam terkait strategi bisnis perusahaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran bahwa laju operasional korporasi raksasa tersebut masih belum sejalan dengan target penurunan emisi gas rumah kaca yang dicanangkan pemerintah untuk tahun 2030.

Data industri menunjukkan bahwa hingga tahun 2025, PT Astra Internasional masih mempertahankan dominasi penjualan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak (BBM). Catatan penjualan yang mencapai ratusan ribu unit mobil dan jutaan unit sepeda motor berbasis mesin pembakaran internal (ICE) setiap tahunnya dinilai menciptakan kontradiksi nyata terhadap upaya negara dalam menekan polusi udara dan mendorong transisi ke energi bersih.

Sejumlah pihak menilai bahwa narasi transisi menuju kendaraan listrik yang selama ini diusung perusahaan terkesan belum diimbangi dengan langkah radikal di sektor hulu. Dominasi produk berbasis fosil dalam portofolio Astra dikhawatirkan akan menghambat pencapaian target penurunan emisi sebesar 31,89 persen melalui jalur mandiri, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan nasional.

Selain tuntutan evaluasi kebijakan, desakan transparansi juga mengemuka dari elemen masyarakat sipil. Manajemen Astra didesak untuk membuka data emisi karbon Scope 3 kepada publik secara jujur. Data ini mencakup emisi tidak langsung yang dihasilkan dari jutaan produk kendaraan Astra yang beroperasi setiap harinya, yang selama ini dinilai luput dari sorotan utama laporan keberlanjutan perusahaan.

Sebagai langkah konkret, muncul pula usulan agar perusahaan mengalokasikan porsi laba bersih khusus untuk dana dekarbonisasi. Dana tersebut diharapkan tidak digunakan untuk ekspansi bisnis konvensional, melainkan difokuskan pada percepatan infrastruktur energi bersih, pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang lebih terjangkau, serta upaya pemulihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab korporasi terhadap dampak polusi yang dihasilkan.