Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini menempatkan wisata olahraga atau sport tourism sebagai pilar strategis dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Berdasarkan proyeksi global, segmen wisata berbasis aktivitas fisik ini diprediksi akan menjadi salah satu sektor dengan perkembangan paling pesat, dengan kontribusi yang terus meningkat bagi ekonomi wisatawan mancanegara.

Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, mengungkapkan bahwa pergeseran tren wisatawan global yang lebih memprioritaskan pengalaman berkesan dan menyehatkan menjadi momentum penting bagi Indonesia. Mengacu pada data UN Tourism, sektor ini diharapkan mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga tahun 2030, menjadikannya peluang emas untuk menarik segmen wisatawan yang berkualitas.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah telah menempuh langkah kolaboratif melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sinergi lintas sektoral ini difokuskan pada standardisasi penyelenggaraan event, pengembangan fasilitas olahraga yang ramah wisatawan, serta promosi terpadu untuk ajang berskala nasional maupun internasional, seperti kesuksesan Klaten International Cycling Festival baru-baru ini.

Meski kontribusi langsung sport tourism terhadap kunjungan wisatawan mancanegara saat ini masih di bawah sektor wisata petualangan, Kemenpar berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Strategi ini dilakukan melalui kurasi ketat dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) untuk menjamin kualitas penyelenggaraan setiap ajang.

Lebih lanjut, Kemenpar mendorong daerah untuk tidak hanya mengandalkan aspek olahraga semata, tetapi memadukannya dengan wisata kebugaran dan pengalaman lokal. Integrasi ini bertujuan meningkatkan durasi tinggal serta pengeluaran wisatawan, sekaligus memastikan pariwisata Indonesia tetap berkelanjutan dan berdaya saing di kancah global.