Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandarlampung mengimbau seluruh pondok pesantren di wilayahnya untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Langkah strategis ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam di era modern.

Kepala Kantor Kemenag Bandarlampung, Erwinto, menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan pesantren harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Nilai spiritual dan akhlak mulia tetap wajib menjadi fondasi utama dalam setiap pemanfaatan teknologi baru.

Menurut Erwinto, integrasi teknologi informasi sangat potensial untuk mengoptimalkan mutu pendidikan, efisiensi manajemen kelembagaan, sarana dakwah yang lebih luas, serta kemandirian ekonomi para santri. Kemajuan zaman ini harus disikapi sebagai peluang, bukan ancaman terhadap eksistensi pesantren.

Guna mewujudkan hal tersebut, para santri perlu dibekali dengan berbagai keahlian baru, mulai dari literasi digital, kemampuan berkomunikasi yang efektif, hingga jiwa kewirausahaan. Kolaborasi lintas sektor antara pengelola pesantren, Kemenag, pemerintah daerah, dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) menjadi kunci keberhasilan langkah ini.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di pesantren. Pihaknya terus mendorong pesantren agar adaptif terhadap kemajuan zaman sekaligus mencetak generasi muda yang menguasai teknologi dan ilmu agama secara seimbang.