Era digital membuka peluang lebar bagi generasi muda untuk merintis usaha sejak dini. Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mulai memanfaatkan media sosial secara kreatif guna mengembangkan bisnis mereka di sela-sela kesibukan akademis.
Salah satu mahasiswa yang sukses merambah dunia wirausaha digital adalah Muhammad Almas Perdana Sugiyanto. Perjalanan bisnisnya berawal dari skala kecil dengan menyasar teman-teman terdekat di lingkungan kampus. Seiring dengan respons positif pasar, Almas kemudian memperluas jangkauan pemasarannya ke ranah digital untuk menggaet konsumen yang lebih luas.
Almas memilih platform populer seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi utama. Strategi pemasarannya berfokus pada visualisasi produk yang menarik, informasi harga yang transparan, serta konten proses pembuatan produk dengan pendekatan bahasa yang santai. Langkah kreatif ini terbukti efektif menarik minat pembeli sekaligus membantu Almas membiayai kebutuhan pendidikannya, termasuk uang kuliah tunggal (UKT).
Kendati menjanjikan keuntungan finansial, menjalankan bisnis sembari menempuh studi menuntut kemampuan manajemen waktu yang disiplin. Dosen UIN KHAS Jember, Fiqih Hidayah Tunggal Wiranti, S.E., M.M., menyatakan dukungannya terhadap mahasiswa yang berwirausaha selama kewajiban akademis tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Fiqih, modal utama dalam membangun usaha tidak selalu berupa uang. Mahasiswa memiliki modal sosial berupa jaringan pertemanan yang luas serta modal intelektual dari bangku kuliah. Dengan menjaga keseimbangan antara bisnis dan pendidikan, aktivitas wirausaha ini dapat menjadi sarana efektif untuk melatih mental, kemampuan mengambil keputusan, serta mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.