Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam menjaring dan membina talenta muda di bidang olahraga. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memanfaatkan ajang International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 bukan sekadar sebagai arena kompetisi, melainkan sebagai wadah pembinaan berjenjang bagi atlet marching band sejak usia dini.

Ketua KORMI Jember, Tri Basuki, menjelaskan bahwa babak penyisihan yang didominasi oleh kategori junior telah berlangsung di GOR Kaliwates, Jember. Ia memproyeksikan antusiasme masyarakat akan melonjak pada laga semifinal dan final yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini, mengingat tensi persaingan antardelegasi yang semakin ketat.

Menurut Tri, seluruh hasil dari gelaran IJMC ini nantinya diproyeksikan sebagai instrumen evaluasi penting. Langkah ini diambil guna mempersiapkan para atlet marching band lokal Jember agar memiliki daya saing tinggi saat berlaga di kancah regional, nasional, maupun internasional. Ia menggarisbawahi pentingnya memperbanyak jam terbang tanding bagi para atlet agar mental dan kemampuan mereka terus terasah.

Selain fokus pada kompetisi marching band, KORMI Jember tengah merancang program inovatif berupa inisiasi "Kampung Olahraga" atau "Desa Olahraga" pada tahun ini. Program percontohan ini akan memfokuskan satu wilayah khusus untuk membina cabang olahraga tertentu yang disesuaikan dengan potensi lokal, sebelum nantinya direplikasi ke desa-desa lainnya.

Guna menjamin keberlanjutan pembinaan, KORMI Jember juga menggulirkan program sertifikasi bagi para pelatih serta memperkuat pembinaan olahraga prestasi di lingkungan sekolah. Tri menambahkan bahwa keberhasilan program Kampung Olahraga ini membutuhkan sinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Jember, termasuk dalam melestarikan olahraga tradisional yang berpotensi dikembangkan.